Minggu, 10 September 2017

Nikmat Allah

Q.S Ibrahim 32 - 34

32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langir, kemudian dengan air hujan itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu, dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendakNya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu.

33. Dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus menerus beredar dalam orbitnya, dan telah menundukkan malam dan siang bagimu.

34. Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh manusia itu sangat zalim, dan menginginkan nikmat Allah.

3 ayat yang aku baca ba'da shubuh kali ini dan coba menadaburinya. Sungguh luar biasa nikmat yang Allah berikan kepada kita, semua umat manusia. Allah sangatlah baik, dia hanya menyampaikan agar kita hanya bergantung padaNya, mintalah kepadaNya, mohonlah padaNya, dan Dia akan memberi apa yang kita minta.

"Is it impossible?"

It's not impossible for Allah.
Namun kadang manusia inilah yang terlalu hina, dia meminta dirinya untuk bisa menjadi orang yang cerdas, orang yang kaya, namun dia hanya duduk manis di rumah, berharap karunia itu datang tiba-tiba dari Allah tanpa adanya usaha. Ketika Allah datangkan sedikit cobaan kepadaNya, lalu dia merasa Allah sungguh tak sayang padanya.

Astaghfirullah.

Allah mungkin tak memberikan apa yang kita minta, tapi Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan. Ketika kita minta kepada Allah bahwa kita ingin menjadi orang kaya, ingin masuk PTN ternama, ingin masuk kerja di perusahaan terkenal, namun semua tidak Allah kabulkan karena Ia tahu, jika terkabul permintaan itu, maka semua itu akan membuatmu semakin jauh padaNya. Ingatlah rencana kita mungkin baik, tapi skenario Allah lah yang terbaik untuk kita.

Cobalah kita hitung nikmat yang Allah yang diberikan kepada kita sejak lahir, sungguh kita takkan mampu menghitungnya. Yuk mari lebih bersyukur atas karunia iman, islam, hidup, dll yang telah diberikan kepada kita, InsyaAllah ketika kita bersyukur, Allah akan tambah nikmatNya untuk kita.

Jumat, 08 September 2017

The Wonderful of Sungai Kapuas (Sintang)

Sisi lain dari kota Sintang..







Papa

Seorang yang paling tidak suka menampakkan kepeduliannya, perhatiannya, dan cintanya.

Seorang yang tidak mau menunjukkan air matanya di depan anaknya, ketika anaknya akan pergi ke perantauan

Seorang yang rela membelikan makanan favorit anaknya walau uang tak banyak lagi.

Seorang yang luar biasa bangga dengan prestasi anaknya.

Seorang yang menunggu di depan rumah ketika anaknya akan pulang.

Seorang yang selalu menyuruh si mama untuk menanyakan kabar anaknya.

Seorang yang selalu menunggu telepon dari anaknya.

Seorang yang berada di depan ketika anaknya mendapatkan suatu masalah.

Seorang yang rela menjual barang kesayangannya demi anaknya

Seorang yang rela meminjam uang dari orang-orang hanya untuk kepentingan anaknya.

Seorang yang rela pergi pagi hingga pulang pagi demi menyekolahkan anaknya.

Seorang yang bahkan diujung hayatnya berwasiat tidak mau merepotkan anak-anaknya.

Selamat jalan pa. Allah sungguh lebih sayang kepadamu, dia tidak mau engkau lebih lama menahan sakit yang ada dalam dirimu. Terima kasih untuk 23 tahun yang luar biasa yang kau berikan untukku. Kau bukan orang yang sempurna, tapi terima kasih pa karena aku belajar banyak hal dari ketidaksempurnaanmu. Namun dibalik ketidaksempurnaanmu, hal-hal baik yang kau ajarkan padaku tak akan aku lupakan pa.

24-08-2017




Kamis, 29 Juni 2017

"Jodoh itu yang satu kota aja!!"

"Jodoh itu yang satu kota aja!!"

Kalimat yang paling sering kita dengar pas zaman-zamannya milih jodoh. Saran para kebanyakan orang tua kepada anak-anaknya. Berharap ketika pulang dari perantauan tidak ada rasa kecemburuan dari pihak manapun.

"Betul gak sih?"

Betul kalau menurutku sih. Betul akan kecemasan orang tua, betul akan kerinduan orang tua yang ingin berjumpa anaknya yang telah sekian lama merantau, betul akan keinginan orang tua yang ingin melihat cucu kecilnya yang menggemaskan.

Tapi salah, kalau mikir jodoh itu harus sekota. Jodoh itu kita tidak tahu siapa dan ada dimana. Banyak kok contohnya mereka yang dari ujung pulau A berjodoh dengan mereka yang tinggal di ujung pulau B, bahkan pulau Z. Jodoh itu tak kenal jarak.

"Aku sendiri?"

Emm iya sih aku dapatnya jodoh yang jauh dari kampung halaman hehehe.

"Jadi halangan gak sih?"

Gak dong. Jodoh itu kita tidak tau ada dimana. Innal 'amalu bin niat, semua kembali ke niat kita menikah itu untuk apa.

"Ke tempat orang tua kita atau ke tempat orang tua pasangan?"

Galauan para pasangan hehehe. Alhamdulillah kali ini bisa berkunjung ke rumah keduanya. Mudah-mudahan diberi kesempatan waktu dan rezeki lagi oleh Allah untuk bisa sesering mungkin silahturahmi ke rumah orang tua.

Yakin aja dengan skenario Allah. Bismillah. Berprasangka baik aja ke Allah. 😊

Senin, 05 Juni 2017

Rezeki Allah Yang Ngatur

Pagi ini agak berbeda dari pagi-pagi sebelumnya. Pertama kali sih tepatnya dinas ke Jakarta Pusat. Mudah-mudahan seterusnya disini aja gak usah balek ke kebun. *ngarep
Hehehe

Buat istri tercinta maaf ya ditinggal beberapa hari di kebun. Semoga sehat selalu ya dengan si dia yang selalu kita nanti-nanti.

Kemarin malam berusaha jadi anak kota, jalan mengelilingi keramaian kata dengan style kebun. Style yang tidak bisa dibuang dalam waktu singkat.

"Sendal, topi, celana pendek, tas samping kecil (merek e***r), betis belang (pakai AP Boots), lengan belang* maklum kelamaan di sawit".
Tapi saya sih stylenya gak begituan, sorry bro gak di lapangan lagi, tapi tetap di sawit.

Panjang lebar amet ya ceritanya, intinya dalam perjalanan itu, pertama kali mesen grab car, terus cerita-cerita sama si mas supir. Kepoin gimana kerjanya ngegrab.

"Jadi mas uda lama kerja di jakarta ini?"

"Baru aja mas, dari tahun 90"

Baru darimana mas, astaga... Belum lahir malahan awak hahaha.

"Lumayan juga ya penghasilan nge grab ini, tapi sering konflik juga ya dengan yang konvensional?"

"Rezeki mah sudah ada yang ngatur mas, tinggal kita berusaha, gusti Allah pasti ngasih, konflik-konflik itu tinggal masing-masing orang menyikapinya, hal-hal baru itu pasti banyak cek-coknya, disikapi positive aja mas".

Oke titik.

Intinya rezeki Allah yang ngatur, bahkan ribuan semut-semut yang ada di sekeliling kita sudah Allah atur rezekinya. Jangan takut, mari kita berikhtiar.
Berikhtiar nyari tempat kerja yang baru. *eh

Selamat berpuasa guys. 😊

Sabtu, 03 Juni 2017

Ramadhan Kali Ini

Selamat menunaikan ibadah puasa untuk semua umat muslim yang ada di seluruh penjuru dunia. Sucikan hati, sambutlah Ramadhan ini dengan suka cita. Nikmati setiap prosesnnya, jalankan skenarionya, InsyaAllah ganjaran terbaik dariNya.

Ramadhan ini sungguh berbeda dari beberapa tahun terakhir. Dari tahun 2012 hingga 2016 Ramadhanku banyak kuhabiskan dengan segerombolan pasukan tentara, baik di kampus maupun di dunia kerja ini. Di 2017, gagahnya seorang tentara terkalahkan oleh seorang bidadari cantik yang hadir di hidupku sejak awal tahun 2017. Alhamdulillah.

Sahurku tak dibangunkan lagi oleh seruan alarm sahur. Suara nan merdulah yang membangunkanku untuk bangkit dari tidurku. Dengan sejuta hidangan lezat di meja makan aku pun duduk dengan rapi menyantapnya ditambah pemandangan indah dari seorang wanita luar biasa.

Kau sungguh luar biasa sayang, walau kini makanan yang kau masukkan ke perutmu bukan hanya untuk dirimu seorang, asupan gizi yang seharusnya untukmu tapi kini bukan hanya milikmu, tapi kau masih tetap menunaikan kewajibanmu sebagai istri. Aku bingung, fisikmu tak kuat seperti atlet pada umumnya, tapi kau seperti atlet profesional yang punya fisik luar biasa.

Maafkan aku yang selalu memaksamu untuk tidak terlalu sibuk dengan urusan dapur. Sungguh aku khawatir pada dia dan dirimu. Terima kasih telah mau menjadi temanku untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Aku berharap Ramadhan tahun depan dan seterusnya kau tak berubah sedikitpun dan semoga ramadhan berikutnya dia yang kita harapkan bisa hadir untuk menemani kita. Aamiin.

#Ramadhan1438H
#SungaiTawangEstate

Sabtu, 08 April 2017

3 Bulan Denganmu

Tak terasa hampir 3 bulan ditemani oleh orang yang sangat asing dulunya bagiku.
Sungguh pernikahan bukan hanya sekedar ikrar untuk bersama ataupun tinggal dalam satu rumah. Pernikahan tak sekedar 2 orang berbeda jenis yang kemana-mana selalu bareng, curhat-curhatan, canda-candaan dll.
Pernikahan memang tak semudah seperti yang kita lihat dan tak sesulit seperti yang kita pikirkan.
Masalah pasti ada, berbeda paham juga pasti ada. Tapi perbedaan ini sungguh tak mengurangi rasa sayang yang telah ada. Si dia pasti pernah berbuat salah, apalagi aku yang tak pernah luput dari kesalahan, tapi sayang kami sungguh tak pernah berkurang karena kesalahan-kesalahan yang dilakukan masing-masing.

Saling mengerti, saling memahami, saling mengalah, saling menasehati, saling mengingatkan, saling dan saling dalam segala hal.

Istriku, maafkan aku yang masih jauh dari kriteria suami idaman kamu. Terima kasih selama ini kamu tak pernah menuntut banyak hal dariku walau aku sangat merasa bersalah ketika aku belum bisa menjadi yang terbaik untukmu.

Aku sangat bahagia ketika kamu mengatakan kalau kamu yakin bahwa akulah yang akan membawamu dan membimbingmu bersama denganku ke surga walau aku tak tahu bagaimana aku bisa melakukan hal itu.

Terima kasih istriku atas kepercayaanmu padaku, insyaAllah perbaikan diriku tak pernah berhenti untuk menjaga keyakinanmu kepadaku.

Terima kasih Allah atas bidadari surga yang kau hadiahkan untukku, terima kasih Allah atas semua yang telah Engkau berikan hingga detik ini.