Sabtu, 29 Desember 2018

Mau Dibawa Kemana Hidup Ini

Hari-hari dilewati, tanpa ada kesan yang ternikmati. Mau dibawa kemana hidup ini, tanpa adanya arti. Kita terlalu sering terbawa arus zaman, tapi kadang lupa hakikat kita sebagai seorang muslim. Puasa, zakat, sedekah, dhuha, tahajud, bahkan sholat pun kadang terlewati. Hari ini hanya sama seperti hari kemarin, bahkan lebih buruk dari hari kemarin, tapi tidak ada yang merasa rugi sama sekali. Perbaikan diri tak seperti makanan instant, ia butuh proses, ia butuh kemauan, ia butuh perjuangan. Jangan terlalu lama terlarut akan masa lalu yang tak akan pernah terulang, ambil keputusan hari ini, jadikan diri ini lebih baik dari diri kita sebelum-sebelumnya. 


Adab Minum

Adab minum yang sering kita lupakan. 

1. Janganlah kita minum dalam keadaan berdiri walaupun ia dibolehkan tetapi ia makruh yang menghampiri kepada haram. Anas juga berkata: “Rasulullah SAW telah melarang minum sambil berdiri”. (HR Muslim) 

2. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) mengajar untuk kita makan dan memegang bekas minuman menggunakan tangan kanan dan melarang umatnya menggunakan tangan kiri kerana ia adalah sifat syaitan dan ciri-ciri orang yang bongkak . 

Dari Jabir r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda; “Jangan engkau makan dengan (tangan) kirimu, sesungguhnya syaitan itu makan dan minum dengan (tangan) kirinya.” (HR Muslim), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ; “Jika salah seorang dari kamu hendak makan, hendaklah makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum, hendaklah minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaitan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim) 


Bahagia Bersama

Bahagia bersama.. 
Kehadiran si kecil tak sepenuhnya berakhir dengan kebahagiaan. Ada sesekali masa dimana kita jenuh, dan ingin meluangkan waktu untuk kebebasan kita sendiri. Bebas dari rutinitas seorang ibu yang mengurus anak dan suami, bebas masak, bebas bersih-bersih dan sebagainya. Biasa si ibu sering menyebutnya "Me Time". Tapi tak selamanya melepas penat itu hanya dengan "Me Time", pergilah dengan keluarga kecilmu, sekedar berbelanja bersama, berlibur bersama, makan bersama, jalan-jalan bersama, melihat sesuatu yang tak biasanya kau lihat dalam rutinitas sehari-hari. Alam kadang bisa jadi solusi dalam kepenatan yang ada. Melihat dan menikmati karya indah Sang Pencipta. Untuk kita para pelosokers, hamparan sawit mungkin bisa jadi salah satu destinasi bagus untuk sekedar bercanda, kumpul, dan makan bersama. Selamat berlibur teman-teman.


Kalimat Tauhid

Saya termasuk orang yang masih butuh banyak belajar tentang ilmu agama, saya masih banyak tidak taunya tentang tauhid yang diperbincangkan, tapi hati ini sedih sekaligus marah melihat berita yang sedang hangat saat ini.

Alhamdulillah sejak SMA hingga saat ini dipertemukan dan dikenalkan dengan orang-orang baik yang luar biasa semangatnya untuk menyiarkan agama rahmatan lil alamin ini. Cara berbeda, pemahaman berbeda, tapi tujuan tetaplah satu, selisih pendapat pasti sering tapi bukan berarti mengkucilkan yang lain atau bahkan merasa kajian yang diikutinyalah kajian yang paling benar. Jika kita merasa seperti itu berarti ada yang salah pada diri kita tentang prinsip-prinsip keislaman itu sendiri.

"Kami membakar untuk melindunginya agar tidak berada pada tempat yang salah nantinya".

"Salah???"

"Menurut saya niatnya baik, tapi caranya lah yang salah."

Kenapa tidak dilipat, atau disimpan, atau dipergunakan sebaiknya jika tidak ingin benda tersebut terletak tidak pada tempatnya.

Kenapa?? Kalau boleh saya bilang, karena ada satu titik kebencian dalam hatinya, karena satu titik perasaan dialah yang paling baik dan benar, sehingga muncullah niatan baik itu tapi dilakukan dengan cara yang salah, dengan perasaan emosi di dalam hatinya, dengan hawa nafsu berlebih-lebihan. Saya yakin, jika pada saat itu teman-teman berfikiran jernih niat yang baik itu akan diiringi dengan perbuatan yang baik dan benar pula.

Marilah kita berbenah, marilah kita sama-sama intropeksi diri kita




Ekspektasi Terhadap Orang Lain

Cobalah untuk menurunkan ekspektasimu terhadap orang lain, agar kamu tidak kecewa karena mereka pasti memiliki kekurangan. Sebab kita seringkali tidak bisa memberi ruang pada rasa kecewa di hati kita. 

Cobalah untuk melemaskan egomu terhadap setiap kehendak, agar kamu tidak lelah dalam menjalani hidup. Sebab banyak sekali urusan kita yang harus bersinggungan dengan banyak orang, sementara setiap orang memiliki kehendaknya masing-masing. 


Cobalah untuk melapangkan ruang penerimaan. Sebab, menerima orang lain itu lebih sulit daripada saat menumbuhkan perasaan berharap. Sebab, seringkali kita sulit menerima karena kita seringkali merasa tidak diterima. Dan sekalinya ada yang bersedia menerima kita, kita yang seringkali tidak bisa menerimanya. Membuatnya kecewa dan pergi. 


Cobalah untuk berani mengakui kesalahan. Sebab, hidup ini bukan tentang menang dan kalah. Kebahagiaan yang hakiki tidak hadir karena kita bisa mengalahkan orang lain. Mengakui kesalahan, bersedia untuk bertanggungjawab, bersedia untuk menerima risiko. Adalah sikap-sikap yang akan memudahkan kita dalam memaknai kebahagiaan. Bukankah perasaan bersalah, yang membuat kita sulit bahagia? @kurniawan_gunadi 




Rabu, 07 November 2018

Apa Itu Menikah??

Menikah bukan sekedar gengsi ataupun tuntutan moral. Ia adalah ladang amal yang siap kita tanam dan panen hasilnya. 

Menikah bukan sekedar ikutan tren menikah muda yang banyak diperbincangkan. Ia adalah amanah untuk para kita lelaki, yang memutuskan mengambil tanggung jawab sangat luar biasa yang dipercayakan para orang tua pihak perempuan ke kita. 

Menikah bukan sekedar tinggal bersama dalam 1 rumah. Ia adalah ibadah bagi yang menjalankannnya. Karena saling bertatapannya saja untuk pasangan yang sudah sah adalah ibadah bagi mereka. 

Menikah bukan sekedar aku cinta kamu, kamu cinta aku. Ia adalah komitmen yang dibangun dari 0. 

Menikah bukan sekedar ucapan "selamat atas pernikahannya". Ia adalah awal dari kehidupan baru yang indah. Dimana kau akan selalu ingin cepat pulang dari pekerjaan untuk jumpa dengan keluarga kecilmu. Dimana kau ingin saling bercerita akan aktifitas harianmu. Dimana kau akan saling menebar kebaikan untuk yang lain. Dimana kau akan berbagi suka duka berdua, pahit manis pun berdua. 


Kamis, 18 Oktober 2018

Yuna's First Birthday

Barakallah Yuna bidadari kecil kami.. 

Alhamdulillah sudah 1 tahun sejak 17-10-2017 dirimu hadir di keluarga ini dengan izin Allah. Semoga kami, Abi-Ummi bisa menjaga amanah sebaik mungkin. Flashback setahun lalu, maafin abi ya ummi, gak bisa nemenin ketika lahiran, baru hadir setelah 5 jam pasca lahiran akibat diluar prediksi jadwal kehamilannya. Tapi alhamdulillah saat itu sedang dinas di Jakarta, jadi bisa langsung luncuran ke Sukabumi. 







Setelah kelahiran Yuna, abi juga cuman bisa nemenin ummi dan yuna selama 2 minggu di Sukabumi, karena kerjaan di ujung Borneo yang tak mungkin ditinggalkan. 

"Kenapa tidak lahiran di Kalimantan??" 

Mungkin ada yang bertanya seperti itu hehehe, tapi sulit menjawabnya secara detail. Mungkin kami sebagai orang tua ingin segala proses persalinan sebelum maupun sesudah bisa yang terbaik untuk si kecil. Maklum saat ini Abinya masih jadi pelosokers hehehe. Ketemu Yuna kembali saat usianya sudah 5 bulan. Sakit banget rasanya pisah sama si kecil, cuman bisa dikirimin foto-foto dari sang ummi, mau video call pun harus mencari sinyal diatas bukit (tersiksa dengan sinyal), #cirigenerasimillenialhehehe 

Alhamdulillah usia 5 bulan Yuna udah diajak jalan ke Medan dan langsung terbang ke tanah Borneo untuk menemani Abinya yang kena penyakit malarindu. Besarin Yuna bukan perkara yang mudah, terimakasih buat ummi yang sangat sangat sangat luar biasa ngerawat yuna, kadang terharu banget Abi, Abinya gak ada apa-apanya dibandingkan Ummi. Semoga Allah balas dengan sebaik-baik amalan ke Ummi. Sedih kadang, bahkan sering, hadirnya Yuna membuat kami terkadang lalai bahkan menjauh dari Allah. Astaghfirullah. Harus lebih banyak belajar lagi kitanya ummi. Kadang emosi juga tak terelakkan, sesekali kami kesal dengan Yuna yang nangisnya gak bisa berhenti, maafin abi ummi ya yun. 

Sekarang sudah 1 tahun Yuna, alhamdulillah semakin banyak bisanya, semoga semakin sholehah ya nak, semoga semakin meningkat pula perbaikan diri Abi Ummi untuk bisa menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Aamiin. 17-10-2018