Selasa, 25 Februari 2014

My Little Circle


Disinilah aku berkumpul..
Disinilah aku bercerita..
Disinilah aku belajar..
Disinilah aku berbagi..
Inilah lingkaran kecilku, lingkaran yang membuatku belajar banyak hal..

Disini pula aku mengenal tarbiyah..
Tarbiyah telah mengajarkanku berbagai hal yang kucari-cari selama ini.
Benar-benar indah nuansa tarbiyah itu, tidak salah jika aku telah mengejar-ngejarnya sejak SMA.
Belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, belajar untuk bermanfaat bagi orang lain.

Sudah setahun lebih aku berkumpul di lingkaran kecil ini, sudah banyak pula ilmu pula yang kudapat dan semoga kita semua bisa mengaplikasikannya di kehidupan nyata. Berganti murabbi, libur panjang, berbenturan dengan kesibukan di luar, banyak tugas, ngantuk, sakit, hujan deras, semua cobaan itu telah menjadi bumbu indah saat ini karena kita masih saling berpegang tangan untuk tetap melanjutkan dakwah ini J. Semangat teman-teman.

Hari ini, 22 Februari 2014 kita merencanakan hal yang luar biasa, membuat suatu yang berbeda yaitu liqo di alam terbuka sambil camping dan rihlah di Gunung Bunder yang berada di kaki Gunung Salak. Sebenarnya tujuan sampingannya mau refreshing juga sih sebelum berangkat magang hehe. Namun hal yang sangat disayangkan kita hanya ber-9 andai saja kita lengkap pasti lebih seru.

Agendanya saat itu adalah liqo, camping, bakar jagung, dan mentadaburi alam. Kami berangkat dari Al-Ghifari menuju Darmaga dengan menggunakan motor dan membawa segala macam peralatan mulai dari galon, panggangan, tenda, nasi , dan lain-lain. Sebenarnya ribet sih hehe, bahkan rencana yang mau berangkat di ba’da ashar tertunda hingga 2 jam.

Kami berangkat dari darmaga menuju Gunung Bunder dengan menggunakan 3 motor dan1 mobil. Tidak lupa pula kami sejenak menunaikan ibadah sholat magrib di jalan agar setiap langkah ini akan bernilai ibadah aamiin. Langit semakin banyak dipenuhi bintang-bintang dan kami akhirnya sampai di lokasi dan langsung mendirikan tenda. Namun hal yang tidak diduga-duga kami bisa melihat terangnya kota Bogor dari ketinggian di malam hari, semuanya yang penuh dengan cahaya terang lampu dari setiap rumah dan jalanan. Subhanallah benar-benar indah.

Sambil mendirikan tenda sebagian yang lain langsung mencoba memangang jagung yang ada sehingga ketika selesai langsung bisa makan jagungnya deh hehehe. Jujur belum punya pengalaman masang tenda, dan diantara kami belum ada yang mahir hehehe, tapi bermodal pede alhamdulillah bisa berdiri tendanya hehehe. Setelah kami selesai makan jagung dan nasi kami langsung menunaikan ibadah sholat Isya di bawah terang bulan dan bintang. So sweet gitu hehe.





Setelah itu kami langsung melanjutkan agenda terpentingnya yaitu liqo. Diterangi lentera, hembusan angin, suara-suara serangga di malam hari, menambah keromantisan liqo kami hehe. Setelah kami liqo, kami melanjutkan agenda panggang jagungnya deh hehehe.


Hari semakin malam dan perlahan-lahan rintikan hujan mulai turun dan membahasi tenda kami menambah dinginnya malam itu, tapi subhanallah nikmat yang benar-benar indah dari-Nya.

Di pagi hari walau dingin menusuk tulang-tulang tidak membuat kami lalai dari Shubuh. Setelah shubuh kami langsung membaca al-matsurat dan sedikit berdiskusi. Ketika matahari mulai muncul ke permukaan kami segera bergegas untuk pulang  dan tidak lupa untuk sarapan dulu. Selesai sarapan langsung deh kami masuk ke acara berikutnya yaitu foto-foto hehehe. Ya setiap momen itu harus diabadikan untuk diceritakan ke anak-anak kita nanti *eh hehehe. Sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk mengikuti terapi ikan. Maklum karena penasaran dan ingin merasakan sensasinya kami mencobanya deh hehe. Dengan uang 5.000 kami dapat merasakan gelitikan ikan-ikan kecil di kaki kami selama setengah jam. Katanya sih ikan itu bisa memakan toksin di tubuh kita melalui tapak kaki kita.

Ya itulah kegiatan yang tidak terlupakan pastinya untukku bersama sahabat-sahabatku luar biasa di tarbiyah ini, in my little circle. Lingkaran kecil yang berdampak besar untuk orang banyak aamiin. Semoga kita bisa melanjutkan misi dakwah ini dimanapun kita berada aamiin.
Sampai jumpa lagi kawan...


Selasa, 18 Februari 2014

Kekuatan Keyakinan



Kau takkan pernah tahu kekuatan luar biasa yang ada di dirimu jika kau tak berani melawan rasa takutmu.

Kau takkan pernah tahu kekuatan luar biasa yang ada di dirimu jika kau tak pernah yakin dengan dirimu sendiri.

Kau takkan pernah tahu kekuatan luar biasa yang ada di dirimu jika kau tak percaya bahwa dirimu terlahir dengan kekuatan yang luar biasa.

Kau takkan pernah tahu kekuatan luar biasa yang ada di dirimu jika kau hanya melihat kekuranganmu saja.

Kau takkan pernah tahu kekuatan luar biasa yang ada di dirimu jika kau selalu menyalahkan dirimu sendiri.

Kau takkan pernah tahu kekuatan luar biasa yang ada di dirimu jika kau selalu berbicara tanpa ada melakukan perbaikan.

Kau takkan pernah tahu kekuatan luar biasa yang ada di dirimu jika kau selalu merasa dirimu yang paling lemah dan pasrah dengan keadaanmu.

Apa kau yakin dengan dirimu? Apa kau yakin kau bisa melakukan suatu hal yang luar biasa?

Semua jawaban itu ada di dirimu. Tinggal dirimu yang menentukan jawaban apa yang akan kau berikan.

Aku selalu bersyukur ketika di setiap kejadian aku bisa mengambil hikmah dari sebuah kejadian dan aku selalu berharap aku bisa berbagi setiap pengalamanku dengan sahabat-sahabatku sekalipun itu hanya sedikit.

Di masa perkuliahan ini aku mengikuti olahraga bela diri yang dikhususkan untuk kami para mahasiswa PKS sebagai bekal mental dan fisik di kebun nanti yaitu merpati putih. Sudah 10 bulan aku mengikuti latihan rutin dan sudah saatnya aku mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT). Tepatnya 16 Februari 2014 UKT digelar dan akhirnya sabuk putih ini berhasil disulap menjadi merah. Hihiihi. Tapi bukan itulah yang terpenting, disini aku menemukan suatu hal yang sangat luar biasa selain mental dan fisik yang terbentuk, dan itu adalah keyakinan.





Keyakinan yang bisa merubah segalanya dan bisa menghasilkan suatu yang luar biasa. Dalam UKT ini setiap orang wajib mematahkan beton yang sudah disiapkan. Emmm, sudah pasti yang terpikirkan adalah pasti yang melakukannya adalah seseorang yang berotot, besar, dan kuat. Ternyata ada suatu hal yang bisa mengalahkan besarnya otot itu, yaitu keyakinan. Dalam mematahkan beton tahapan yang harus kita lakukan adalah mengambil ancang-ancang untuk melakukan pematahan, kuatkan kuda-kuda, pasang target yang ingin kau patahkan, tentukan titik patah yang tepat, dan yang terpenting yakinlah dengan dirimu bahwa kau bisa mematahkannya, hilangkan rasa takut akan sakit yang kau rasakan, yakin, yakin, dan yakin kau bisa mematahkannya. Itulah jurus yang bisa membuatku bisa mematahkan beton setebal itu. Memang dengan melihat fisik beton tersebut saraf-saraf kita akan mengantarkan informasi ke otak mengenai betapa tebalnya beton tersebut dan apabila kegagalan yang kita dapatkan maka tangan akan merasakan sakit yang luar biasa. Itulah tantangannya, bagaimana kita bisa mengubah pemikiran kita dari rasa takut menjadi keberanian, penuh keyakinan kalau kita bisa mematahkan beton tersebut. Jika kita berhasil membuang rasa takut itu dan kita yakin, beton itu bukanlah hal yang sulit untuk dipatahkan. Percayalah.!!

Begitu pula dengan kehidupan yang kita hadapi dan jalani. Dalam menghadapi segala macam persoalan dalam hidup ini kita harus memiliki keyakinan dalam menjalankannya, keyakinan bahwa kita bisa menyelesaikan setiap tantangan yang ada. Ancang-ancang yang diperlukan harus disiapkan, bekali dirimu dengan ilmu-ilmu yang bermanfaaat, kuatkan kuda-kudamu dalam menghadapi masalah tersebut, jangan sampai kau mudah digoyahkan walau hanya hembusan angin. Setelah kau pasang kuda-kudamu, pasang target yang ingin kau selesaikan, cobalah fokus dengan target tersebut agar kau bisa lebih maksimal menyelesaikannya. Tentukan titik dari setiap permasalahan dan rebut setiap kesempatan yang ada, jangan biarkan kesempatan itu berlalu begitu saja. Dan itu semua takkan berhasil jika kau gagal untuk yakin terhadap dirimu sendiri. Yakinlah dirimu mampu dan bisa. Karena keyakinan itulah yang bisa mengeluarkan kekuatan dan kemampuan yang ada di alam bawah sadar kita, dan kemampuan itu perlu diasah terus-menerus agar semakin matang dalam aplikasi kehidupan sehari-hari. Tetap semangat!! Yakinlah kau memiliki kemampuan luar biasa yang tidak pernah dibayangkan!! Buang rasa takutmu!! You can do anything if you believe yourself!!


Kamis, 13 Februari 2014

Perantauan


Sejak di SMA aku sudah punya mimpi untuk hidup merantau dan jauh dari kota kelahiranku, Medan. Ingin sekali memijakkan kaki ini di pulau Jawa untuk mencari jati diriku yang sebenarnya, merasakan manis pahitnya kehidupan, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Kemandirian, kekuatan, dan pengalaman luar biasa kuyakini akan kudapatkan jika aku bisa merantau nantinya, itulah pemikiran ketika masih duduk di bangku SMA.

Alhamdulillah setelah tamat dari SMA aku diberi kesempatan untuk bisa bersekolah di salah satu kota di pulau Jawa, Bogor. Disinilah akan kumulai perjalanan baruku, merintih karir, mencapai kesuksesan agar mereka yang telah mati-matian menghidupkanku hingga sekarang bisa bangga dengan seseorang yang bisa bermanfaat untuk orang banyak. Itulah alasanku untuk bisa berdiri di kota ini.


Aku termotivasi dari cerita-cerita orang yang terlebuh dahulu telah meraih kesuksesan dan itu dimulai dari masa perkuliahan mereka bahkan mereka dari keluarga yang kurang mampu. Bersekolah tanpa meminta bantuan orang tua, menghidupi diri sendiri dengan uang yang diraih dengan jerih payah dan dari tangan mereka sendiri. Tidak melupakan kewajiban utama mereka untuk berkuliah, mendapatkan cumlaude, menjadi mahasiswa berprestasi, mereka berhasil menghidupi diri sendiri dari beasiswa yang diperoleh, mengambil pekerjaan sampingan untuk sesuap nasi di keseharian mereka, dan bahkan menjadi seorang aktifis yang berpengaruh di kampus dan bermanfaat untuk orang banyak. Subhanallah, kenapa kita tidak bisa? Atau kita tidak mau mencobanya?

Sudah berjuta-juta, puluhan bahkan ratusan ataupun miliyar telah dihabiskan hingga aku bisa seperti ini. Tinggiku sudah melampaui kedua orang tuaku, fikiranku sudah mulai dewasa, dan itu sudah cukup bagiku untuk tidak merepotkan mereka lagi karenaku. Seharusnya akulah yang menghidupi mereka sekarang. Walau memang kenyataannya aku belum berpenghasilan cukup untuk bisa membiayai mereka setidaknya aku ingin bisa melepaskan diri dari tanggungan mereka terlebih dahulu. Maafkan aku telah merepotkan kalian selama ini. Aku sempat berfikir jika aku kuliah nanti mungkin aku bisa mengamen di malam hari dengan modal gitar dan harmonicaku untuk bisa mengenyangkan perutku nantinya daripada mesti minta ke orang tua lagi.

Aku masih ingat ketika aku harus memilih antara pilihan-pilihan yang kuhadapi ketika tamat dari SMA, beasiswa kuliah di IPB dengan tamatan D3 atau kuliah di Unibraw tanpa beasiswa dengan tamatan S1. Sangat banyak resiko dan peluang yang akan kubuang jika aku harus memilih. Namun, bagaimana pun setiap pilihan apapun itu pasti ada positive dan negativenya. Meski yang kupilih adalah IPB walaupun jujur aku masih takut kala itu karena membayangkan kehidupan kebun kelapa sawit yang belum pernah kubayangkan sebelumnya, tapi selalu saja bisikan hati ini menyemangatiku akan pilihan yang kuambil, aku tidak ingin merepotkan mereka dengan permasalahan biaya untukku belajar lagi. Sudah cukup aku merepotkan mereka dengan membiayai sekolahku dari TK selama 2 tahun, SD selama 6 tahun, SMP selama 3 tahun, dan SMA selama 3 tahun.

Kehidupan di perantauan pastilah beda dengan kehidupan sebelumnya. Yang dulunya kita selalu dekat dengan orang tua, mungkin hanya dua kali setahun, sekali setahun, ataupun sekali dalam dua tahun jika dalam dunia perantauan. Aku masih teringat ketika terbangun di pagi hari terkadang dibangunkan agar segera bergegas untuk berangkat ke sekolah, sebelumnya aku juga ditanya untuk menu sarapan apa yang aku inginkan di pagi hari, ketika selesai mandi baju sekolah sudah disetrika dengan rapi, sarapan pun sudah disediakan di meja makan. Tidak lupa pula uang jajan yang diberikan untukku. Sepulang dari sekolah makanan sudah tersedia, pakaian yang kotor kurendam di ember yang sudah tersedia tanpa harus repot-repot menyuci pakaian tersebut.

Dunia perantauan memanglah sangat berbeda dengan dunia sebelumnya, ketika di pagi hari terkadang jika kita telat bangun akan dibangunkan oleh orang tua, sekarang harus membiasakan diri untuk bangun sendiri, ketika ingin sarapan kita harus menyiapkan sendiri, masak nasi di malam hari terlebih dahulu ataupun membeli sarapan di luar sendiri. Ketika ingin berangkat sudah memastikan pakaian yang akan dikenakan sudah disetrika dengan rapi jika belum maka pagi itu juga harus menyetrika pakaian yang akan dikenakan. Di pagi hari itu pula terkadang kita harus menyuci pakaian kita yang kotor. Ketika pulang dari kampus makanan tidak tersedia di meja makan sehingga kita sendiri lah yang harus menyiapkannya. Dunia perantauan memang benar-benar berbeda, kita dituntut untuk bisa mandiri.

Teringat di awal masa perantauan, kala itu aku benar-benar tidak bisa memasak nasi, menyuci pakaian, dan menyetrikanya. Mungkin akan menimbulkan sedikit tawaan kecil jika mengingat hal itu. Dengan uang yang pas-pasan yang kuperoleh dari perusahaan yang memberikan beasiswa untukku, aku diuji untuk bisa memanage sebaik mungkin agar uang tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhanku. Aku berusaha untuk masak sendiri untuk menghemat biaya apalagi disini biaya makan sangat lah mahal. Hingga aku membeli rice cooker untuk memasak nasi bahkan aku menanam sayur-sayuran di depan rumah kosanku untuk lauknya. Awal-awal aku pun harus bertanya ke teman kosan untuk mengetahui cara memasak nasi yang benar. Hehehe rasa malu dibuang dulu deh, karena jujur aku belum pernah memasak nasi sebelumnya. Menanam sayuran tanpa pengalaman khusus hingga tanaman itu tumbuh dan aku pun memasaknya pun tanpa pengalaman tertentu hingga aku bertanya kepada mama bagaimana cara memasaknya hehehe maklum baru awal.

Untuk menyuci pakaian pun aku berusaha mengintip temanku yang sedang menyuci bagaimana cara dan tahapannya untuk menyuci pakaian. Karena waktu itu aku benar-benar bingung ada sabun yang bentuk serbuk dan ada yang bentuk cream, apa bedanya? Itulah yang ada di benakku. Hehehe ya karena aku malu untuk bertanya terpaksa deh mengintip saja untuk mengetahui caranya. Aku juga teringat ketika dulunya aku begitu mudah membuat pakaianku kotor dan mengganti begitu saja tanpa merasakan sulitnya menyuci pakaian itu. Alhamdulillah sekarang aku pun merasakan bagaimana rasa melihat pakaian kotor yang sangat banyak. Mama selalu mengingatkanku agar tidak bermain kotor ketika aku menggunakan pakaian putih, tapi tetap saja kulakukan. Sekarang pun aku merasakan sulitnya, maafkan aku ma.

Setelah pakaian telah dicuci aku sempat bingung bagaimana cara menyetrikanya, sempat aku mencoba sendiri untuk menyetrika pakaianku tapi gagal mulu, setiap aku menyetrika selalu saja ada bagian yang kusut. Terpaksa deh sekali lagi aku membuang rasa maluku untuk meminta temanku untuk mengajarkanku bagaiman cara menyetrika yang baik hehehe.Aku juga tidak ingin laundry pakaianku, alasannya agar aku bisa lebih menghargai uang, belajar untuk bersih, dan lebih mandiri.

Alhamdulillah sudah satu tahun lebih aku hidup di perantauan ini, merasakan lebaran tanpa orang tua, bangun sendiri, masak sendiri, mencuci pakaian sendiri, menyetrika, dan segala sesuatunya sudah kulakukan sendiri. Aku selalu diajarkan bagaimana untuk selalu hidup bersih dan rapi. Walaupun dulunya sering dimarahin gara-gara aku jarang membersihkan motor, sepatu, dan kamarku sendiri, hingga aku diomeli terlebih dahulu baru aku membersihkannya dan sekarang aku tahu manfaatnya. Sungguh benar-benar perjalanan spiritual yang membuatku menghargai uang, membuatku lebih dewasa, mengerti orang lain, mandiri, dan lain-lain. Perantauan memang hidup yang sulit tapi akan indah pada waktunya. Ada misi berikutnya yang harus kuhadapi dan kita hadapi setelah melalui masa ini. Setelah berhasil memenuhi kebutuhan diri sendiri selama kuliah ini, aku ingin memenuhi kebutuhan orang tuaku sehingga mereka tidak perlu bekerja lagi. Mudah-mudahan impian itu akan tercapai aamiin. Dunia kerja sudah menanti. Bismillah. Allah Selalu Bersama Kita.

Rabu, 15 Januari 2014

Pohon Kurma dan Manusia (Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban)

Ingatkah kita sebuah buah yang sangat identik dengan bulan Ramadhan?
Buah tersebut adalah buah kurma, buah tersebut selalu kita santap di bulan Ramadhan, apalagi para pencar takjil seneng banget sama yang ini hehehe.
Di dalam Al Qur’an sendiri disebutkan buah kurma sebanyak 24 kali loh.
Tercantumnya buah tersebut di dalam Al Qur’an menandakan buah tersebut memiliki filosofi yang luar biasa hingga disebutkan sampai 24 kali.
Pohon kurma itu memiliki kesamaan dan penyerupaan seorang manusia khususnya dengan keimanan seseorang.



Dijelaskan pula di dalam Al Qur’an mengenai perumpamaan kurma dengan seorang mukmin yaitu  (QS. Ibrahim: 24-25)
"Tidakkah kamu kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya.Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat". (QS. Ibrahim: 24-25)

Akar pohon kurma yang kuat sama seperti keimanan seseorang yang teguh dan kuat walau ditimpa banyak masalah.

Daunnya yang tidak pernah berguguran menggambarkan iman dan ketakwaan yang tetap melekat pada diri seorang mukmin.

Buahnya yang manis seperti perilaku dan tutur kata yang keluar dari diri seorang mukmin.

Buah kurma sangatlah mudah dijangkau seperti itu pula seorang mukmin yang tidak pelit dan senang berbagi.

Tahan badai menggambarkan pribadi yang sabar pada diri seorang mukmin dalam menjalani hidup.

Kurma hanya membutuhkan sedikit perawatan, lebih banyak memberikan manfaat dan sedikit mengambil manfaat dari yang lain.

Mampu bertahan walau kekurangan air seperti  mukmin yang tidak mudah mengadaikan aqidahnya karena hawa nafsu semata.

Pohon kurma memiliki barokah dalam semua bagiannya. Semua bagiannya dapat dimanfaatkan. Demikian juga seorang mukmin.

Begitu banyak ilmu yang bisa kita ambil dari ketangguhan pohon kurma.
Semoga kita selalu senantiasa ingat akan kekuasaan beliau yang tidak bisa terhitung.

(Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) 



Bismillah semoga bermanfaat

#SampaikanlahWalauHanya1Ayat

Kamis, 09 Januari 2014

Semangat Menghadapi UAS Sahabat-Sahabatku. Allah Bersama Kita..

Jika manusia sifatnya tak pernah puas, maka tak puas juga lah dengan sebuah ilmu.. galilah terus kawan..



Rasa penasaran dan rasa keingintahuan akan suatu hal lah yang selalu membuat kita semangat untuk belajar

Menjalankan atau mengerjakan suatu hal yang tidak kita sukai memang adalah hal yang sulit maka temukan passionmu..

Pernakah kalian merasakan suatu rasa yang disebut "penasaran"? Taukah kalian itu merupakan suatu teknik pembelajaran yang luar biasa.

Penasaran membuat kita ingin mengetahui suatu hal sampai kita bisa menemukan jawabannya dan jika tidak menemukannya kita akan merasa kesal.

Keinginan itu lah yang membuat kita rela melakukan apapun.. begitu dahsyatnya kah suatu rasa penasaran??

Ingatkah ketika kalian ingin masuk suatu PTN dan kalian penasaran mengenai PTN tersebut hingga membuat kalian membuka websitenya, mencari data mengenai PTN yang ingin kalian pilih bahkan data kuota tahun lalu, jumlah yang mendaftar tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnuya. Bukankah itu karena suatu rasa penasaran?

Rasa penasaran muncul ketika kau benar menginginkannya itulah alasan kenpa ada yg berkata lakukan suatu hal yg benar-benar kau suka.

Sukailah apa yg kau kerjakan.. nikmati segala prosesnya dan maksimallah dalam melakukannya..

Dengan ilmu hidup terasa mudah.. jadi tetaplah penasaran dengan ilmu yg kau kejar.. agar kau semngat mengejarnya..


Semangat Menghadapi UAS sahabat-sahabatku. Allah bersama kita..


Senin, 16 Desember 2013

Musikalisai Puisi SMA Negeri 4 Medan

Alhamdulillah masa SMA diberikan kesempatan untuk mengikuti lomba musikalisasi bareng Helmi, Arif, Geraldo, Leo, Reinhard, Deswhy, Rafika dan Sasa :) Masih ingatkah kalian teman-teman lagu-lagu luar biasa kita hehehe. Dan juga masa-masa izin pulang gara-gara mau ikut lomba padahal sebenarnya malas belajar juga hehe. (jangan ditiru)


Alhamdulillah 2 kali event keduanya diberikan kemenangan, sayangnya kita menemukan komposisi yang pas di kelas 3 :( jadi gak bisa berkecimpung lama. Tapi sampai sekarang aku masih ingat lagu-lagu kita teman-teman. Dimulai dari event AMUK 2011, kita membawakan lagu Di Titi Gantung Kuasah Rindu yang masih tetap ngehits hehe bersamaan juga dengan Surat Dari Ibu yang sangat puitis. Setelah itu sempat mengisi acara Gemaung Teater Enceng Gondok dengan membawakan lagu Habis Kikis, dan yang terakhir di festival TEMUGA dengan membawakan lagu Akulah Medan. 


Ini semua berkat kak Ronald juga. Aku juga jadi bisa memainkan taganing walau hanya sedikit hehehe. Aransemen lagu yang dibuatnya memang keren dah. Kami pun bisa dengan mudah memolesnya lagi. Kalau lebih lama pasti banyak lagu lagi yang bisa kita buat :(

Tapi tak masalah karena itu sudah jadi kenangan yang indah. Thanks for all kawan-kawan musikalisasi puisi SMAN 4 Medan, kalian luar biasa.







Di Titi Gantung Kuasah Rindu
Karya : A. Rahim Kahar

Di titi gantung kuasah rindu
Teringat Chairil pernah menggigil
Kedinginan mesti tak jatuh hujan
Menanti Amir kandil kemerlap
Sepanjang zaman..

Entah berapa kali gerbong-gerbong tua
Langsirkan gelisah purba
Entah berapa kali kereta malam
Jeritkan peluit panjang
Alahai.. kalian belum datang jua..

Di kota ini dahulu Chairil pernah terpencil
Meradang menyebut dirinya binatang jalang
Ingin kusebut ini, kota penyair
Namun orang-orang berlomba jadi tukang sihir

Meski kalian datang hanya sejenak
Ingin rasanya kuraih sebilah sajak
Setajam runcing duri landak
Tiba-tiba loko hitam berteriak
Hingga kumpulan asap menggumpal
Melesat ke langit retak

Di titi gantung kuasah rindu
Pada guru Patimpus Sembiring Pelawi
Pemecah tonggak Medan Putri
Juga pada Tengku Amir di pesisir
Meski gerbong tua tak lagi menjerit
Ingin terus kupanggil Chairil dan Amir
Biar kota ini disebut kota penyair..



Surat Dari Ibu
Karya : Asrul Sani

Pergi ke dunia luas, anakku sayang
pergi ke dunia bebas!
Selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinar daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau

Pergi ke laut lepas, anakku sayang
pergi ke alam bebas!
Selama hari belum petang
dan warna senja belum kemerah-merahan
menutup pintu waktu lampau

Jika bayang telah pudar
dan elang laut pulang ke sarang
angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
dan nakhoda sudah tahu pedoman
boleh engkau datang padaku!

Kembali pulang, anakku sayang
kembali ke balik malam!
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Kita akan bercerita
“Tentang cinta dan hidupmu pagi hari"



Padamu Jua
Karya  : Amir Hamzah

Habis Kikis
segala cintaku hilang terbang
pulang kembali aku padamu
seperti dahulu

Kaulah kandil kemerlap
pelita jendela di malam gelap
melambai pulang perlahan
sabar, setia selalu.

Satu kekasihku
aku manusia
rindu rasa
rindu rupa.

Di mana engkau
rupa tiada
suara sayup
hanya kata merangkai hati

Engkau cemburu
engkau ganas
mangsa aku dalam cakarmu
bertukar tangkap dengan lepas

Nanar aku, gila sasar
sayang berulang padamu jua
engkau pelik menarik ingin
serupa dara di balik tirai

Kasihmu sunyi
menunggu seorang diri
lalu waktu - bukan giliranku
mati hari - bukan kawanku.



Akulah Medan
Karya Teja Purnama

Akulah Medan Cinta yang menjelma kota Saat Guru dan putri Brayan
menyatu jiwa di pernikahan alir Deli dan Babura
Akulah Medan Cinta yang membasuh ambisi ketika kolok menyilakan kecik
menyuburkan harapan ditanah kebaikan
Jangan harap kubuang kenangan yang terus berbinar
disayap kupu-kupu dan senja itu
Walau siang malam orang-orang berperang dengan uang atau parang
seperti dendam yang tak kunjung padam-padam
Aku tetaplah Medan
Walau orang-orang melukis kelamin dengan darah perawan
disetiap zebra cross, traffic light, papan tulis sekolah,kampus,gedung dewan,kantor polisi, plaza , mal, koran
Aku tetaplah Medan
Walau kau lahap tanah-tanahku
Walau kau hisap sungai-sungaiku
Aku tetaplah Medan..
Inilah aku
Cinta yang kini memanggul kota ribuan kotak
mendaki gunung sampah abad digital
menyusuri lembah sejarah tak berwajah
terpuruk di batang Trembesi Lapangan Merdeka
merindukan Guru menyembuhkan luka
yang terus berdetak-detak di jantungku

Selasa, 10 Desember 2013

Botol Minum

Te­­rimakasih sahabatku.. sahabatku yang selalu menemani hari-hariku di IPA 2, Nurul Fikri, dan dimana pun. Sahabatku yang selalu menjadi korban penganiayaan kami Ayu, dan sahabaku yang rambutnya selalu gondrong yang selalu ditemani dengan soal TPA dan bahas inggrisnya dulu ketika SMA, Anto. Hehehe

Hari ini aku teringat dengan kalian weeee. Apalagi Ayu yang kukenal dari kelas X, ngak nyangka juga kita bareng terus sampe kelas 3. Kalau dengan Anto baru kelas 2 sih tapi perkenalan kami tidak disangka bakalan berlanjut lagi di IPB ini.

Ingatkah kalian sahabat ketika aku akan pergi terlebih dahulu menuju kota Apel, yaitu kota Malang. Iya Alhamdulillah aku diberi kesempatan untuk lulus duluan dibandingkan dengan kalian lewat jalur undangan. Tapi setalah kita bersedi ria akan perpisahan kita ternyata aku harus balik kembali dari Malang ke Medan karena ternyata Sinarmas memberikanku kesempatan untuk berkuliah di IPB hehehe. Padahal  semua sudah berfikir kalau kita akan berpisah cukup lama apalagi aku harus mengungsi di ujung timur Jawa. Aku teringat ketika akan berpisah, kalian menyempatkan diri untuk ikut mengantarkanku ke bandara, co cwit banget hehehe. Aku ingat kala itu ada Ayu, Anto dan juga Mefa. Apalagi kalian datang dengan membawa sesuatu yang benar-benar berharga dan berguna sampai sekarang yaitu botol minum hehe. Hari itu memang bukan hari ulang tahunku, tapi bagiku itu adalah hadiah ulang tahun dari kalian karena kalau tidak salah seminggu lagi aku akan berulang tahun saat itu hehehe.



Aku tertawa kecil sambil membaca tulisan kalian ketika aku tiba di Surabaya kala itu. Kalian benar-benar ingat akan ceritaku kalau aku tidak mau membawa botol minuman ke sekolah karena botol itu pasti hilang. Hilangnya itu karena kecerobohanku yaitu lupa membawanya pulang hehe. Ketika di rumah mama pun bakalan marah karena aku telah menghilangkannya. Sering sih begitu heheehe. Karena itulah aku tak pernah mau membawa botol minum ke sekolah. Alternatifnya adalah aku menggantinya dengan botol bekas untuk dijadikan botol minumanku. Iya kalau hilang kan mama tidak akan marah karena bisa dicari lagi hehehe. Coba kalau botol minuman yang bagus hilang, sudahlah pasti di rumah diomelin hehe. Daripada mama marah terus mendingan pakai botol bekas.

Aku juga masih ingat ketika kalian berceramah di hadapanku agar tidak menggunakan botol bekas untuk minumanku sehari-hari karena itu tidaklah baik untuk kesehatan. Iya tapi mau gimana, kalian pasti tau alasanannya, pasti hilang dan pasti hilang ehhehe. Mungkin karena itulah kalian memberikanku botol minuman ini hehe.

Tahukah kalian kawanku, saat ini aku masih menggunakan botol minum ini di masa perkuliahanku sekarang, iya botol pemberian kalian. Aku tidak menyangka botol ini bisa bertahan 1 tahun lebih. Bertahan bukan dari kerusakan tapi dari kehilangan hehehe. Surat yang kalian berikan pun masih kusimpan dengan rapi hehe.

Di surat itu juga masih ada tulisanmu nto yang agak sedikit ……., bahaya nto jangan terlalu dinampakin kali hubungan kita selama ini *upps hehehe




Makasih ya wee atas hadiahnya. Jarang-jarang ada yang ngasih kado di hari ulang tahunku hehehe. Atau jangan-jangan kalau aku tidak karena aku akan berkuliah di pulau Jawa, kalian tidak akan memberikan barang itu -___-“. Hahaha tapi tidak masalah sih, lagipula bisa ngebully Ayu tiap hari sudah cukup membahagiakan aku hehe. Semoga botol minum ini bakalan tetap ada sampai aku di kebun nanti ya hehehe aamiin. Kalaupun rusak dan hilang jangan lupa untuk membelikannya lagi untukku ya hehehe.