Jumat, 25 Juli 2014

Hadirkan Qur'an Dalam Keseharian Kita

Apakah kita membutuhkan lebih banyak
waktu? atau kita perlu lebih disiplin dengan
waktu yg kita miliki?
#OneDayOneJuz

Menciptakan generasi cinta Qur'an harus
dimulai dari membiasakan diri untuk tilawah
#OneDayOneJuz

"Baca aja masih gagok, apalagi tilawah satu
juz" | Karena sering membaca lah lidah kita
terbiasa dan bacaan mnjadi lancar
#OneDayOneJuz

Bacaan sudah lancar bukan berarti tidak
mau trus memperbaiki bacaan kan? | jangan
pernah cepat puas, teruslah belajar
#OneDayOneJuz

Alhamdulillah jika bacaan sudah semakin baik,
jangan lupa berbagi ilmunya, karena sebaik-
baik orang adalah yang mempelajarinya dan
mengajarkannya
#OneDayOneJuz

Umur bukan batasan bagi kita untuk belajar
membaca Qur'an, jangan dikalahkan dengan
rasa malu karena umur yang tidak muda lagi..
#OneDayOneJuz

Jadikanlah tilawah sebagai suatu kebutuhan
bukan suatu keterpaksaan..
#OneDayOneJuz

Kita begitu suka membaca buku-buku terlaris,
novel-novel romntis, kisah-kisah inspiratif.. bagaimana
dengan Qur'an?? #OneDayOneJuz

Hadirkanlah Qur'an dalam keseharianmu..
Semoga kita akan mndapatkan ganjaran
sebsar2nya di akhirat aamiin..
#OneDayOneJuz



Selasa, 22 Juli 2014

Selamat Bertugas Pak Jokowi-JK

Alhamdulillah pesta demokrasi rakyat Indonesia telah berakhir. Presiden ke-7 kali ini telah sah dijabat oleh Pak Jokowi. Bersedih? Sungguh sedikit bersedih sih karena sesungguhnya bukan dia sih yang kuharap. Tapi yuk kita anggap ini adalah pilihan terbaik yang diberikan oleh Allah untuk Indonesia dan pastinya untuk membuat Indonesia bisa lebih berjaya.

“....Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu teramat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu teramat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui” (Q.S Al Baqarah: 216). Ya ayat ini selalu menjadi jurus jitu ketika harapan tak sesuai dengan kenyataan.

Buat pendukung Pak Prabowo yuk kita kembalikan semuanya kepada Allah, kalau kata orang Jawa sih “legowo”.

“Tapi pihak yang menang bermain curang”.

Sebaiknya kita selalu berprasangka baik akan setiap kenyataan yang terjadi di sekitar kita walau tak sesuai dengan harapan kita. Jika memang terbukti ada kecurangan silahkan diajukan ke pihak Bawaslu ataupun KPU biar mereka yang menindak lanjuti, mereka dibentuk adalah untuk menangani masalah-masalah seperti ini kan, so serahkan kepada mereka tanpa harus menjadi provokator timbulnya kerusuhan.

“Bagaimana jika nantinya dia membuat ini, membuat itu......”.

Negara kita adalah negara demokrasi cuy, bukankah begitu mudah menurunkan orang yang sudah terbukti salah? Jadi jangan khawatir, saat ini kita hanya bisa percaya kepada mereka untuk memimpin negara ini. (Walaupun sebenarnya saya tidak terlalu suka dengan sistem demokasi ini hehehe). Kalau ada kebijakan-kebijkan yang aneh-aneh atau bahkan melanggar syariat Islam, saya akan jadi salah satu orang yang paling memberontak akan kebijakan tersebut.

Seorang pemimpin yang hebat takkan mampun memajukan suatu negara tanpa adanya dukungan dari semua rakyat Indonesia, baik nomor 1 ataupun 2 yang terpilih. Yang dibutuhkan adalah saling kerjasama dari tingkat bawah hingga paling atas. Yuk kita dukung siapapun pemimpin kita selagi dalam jalan yang benar. Yang menang haruslah rendah hati dan yang kalah haruslah berbesar hati.

Ingatlah akan tujuan awal kita berdiri di tingkat tertinggi pemerintahan. Ingin kekuasaan tinggi atau karena ingin membuat Indonesia lebih maju? Hayoo yang mana...?

Jangan sampai jabatan tinggi yang menjadi tujuan awal kita, karena kalau jabatan tinggi itu yang kita incar maka sudah pasti galau pun akan melanda jika kita kalah hehehe.

Jadi yang harus direnungkan adalah “membuat Indonesia lebih maju bukan hanya karena jabatan kita yang tinggi, yang tak memiliki kursi di pemerintahan bahkan rakyat kecil juga bisa membuat maju Indonesia, untuk kita semua, tetaplah berkontribusi tanpa memandang status diri kita, InsyaAllah Indonesia akan lebih baik”

Buat pendukung Pak Jokowi, kemenangan ini bukan jadi ajang ejek-ejekan bahkan menghina satu sama lain. Semua ini hanya titipan amanah yang diberikan oleh Allah. Sudah seharusnya amanah ini menyedihkan kita karena begitu banyak tanggung jawab yang harus kita pikul, bagaimana jika kita melenceng sedikit saja bahkan mengecewakan orang banyak. Sudah seharusnya kita takut akan amanah ini, tapi mudah-mudahkan ketakutan itu bisa ditransfer menjadi energi positive sehingga membuat kita mau bekerja keras agar tidak mengecewakan semua rakyat Indonesia yang telah percaya kepada Pak Jokowi-JK untuk 5 tahun ke depan. Ditunggu kontribusinya untuk Indonesia. Bukan kontribusi Beliau saja tapi kontribusi kita semua.

Minggu, 20 Juli 2014

Sifat Ayah

Cukup mnyntuh ! ‎​‎​Arti ayah di kehidupan kita..

Bagi seorang yang sudah dewasa,
yang sedang jauh dari orang tua,
akan sering merasa kangen dengan mamanya.

bagaimana dengan ayah ?

Mungkin karena mama lebih sering menelpon untuk menanyakan keadaan mu

Tapi tahukah kamu,
jika ternyata ayah lah yang mengingatkan mama untuk meneleponmu ?

Saat kecil,
mamalah yang lebih sring mendongeng.
Tapi tahukah kmu bahwa sepulang ayah bekerja dengan wajah lelah beliau selalu menanyakan pada mama apa yang kamu lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk/pilek,
ayah kadang membentak
"sudah dibilang! jangan minum es!".
Tapi tahukah kamu bahwa ayah khawatir ?

Ketika kamu remaja,
kamu menuntut untuk dapat izin kluar malam.
ayah dengan tegas berkata "tidak boleh !"
Sadarkah kmu bahwa ayah hanya ingin menjagamu ?

Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Saat kamu bisa lebih dipercaya,
Ayah pun melonggarkan peraturannya.
Kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yg dilakukan ayah adalah menunggu di ruang tamu dengan sangat khawatir.

Ketika kamu dewasa dan harus sekolah/kuliah di kota lain.
Ayah harus melepasmu.
Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu?

Dan ayah sngat ingin menangis.
Di saat kmu memerlukan ini-itu, untuk keperluan sekolahmu, ayah hanya mengernyitkan dahi.
Tapi tanpa menolak,
beliau memenuhinya.

Ayah sangat menyayangimu, tetapi seorang ayah sulit mengungkapkan dalam perbuatan dan perkataan seperti ibu..

Sampai ketika teman pasanganmu datang
untuk meminta izin mengambilmu dari ayah
ayah akan sngat berhati-hati dalam memberi izin

Dan akhirnya..
Saat ayah melihatmu duduk dipelaminan bersama seorang yang dianggapnya pantas,
Ayahpun trsenyum bahagia

Apa kamu tahu,
bahwa ayah pergi ke belakang dan menangis?

Ayah menangis karena ayah sangat bahagia.

Semoga Putra/putri kecilku yang manis berbahagia bersama pasangannya"

Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk

Dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu
♥ ayah 

Sabtu, 12 Juli 2014

Musa, Bocah Penghafal Qur'an Yang Berusia 5,5 Tahun

Sebuah program 'Hafidz Indonesia' yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta menampilkan berbagai hafidz dan hafidzah (penghafal Alquran) yang mayoritas adalah anak-anak.
Dalam sebuah sesi kontes Hafidz Indonesia yang disiarkan pada hari Minggu (29/6/2014), pihak penyelenggara menampilkan dua bocah Hafidz yakni Adi dan Musa. Acara yang dipandu oleh presenter kondag Irfan Hakim ini mulanya tampak biasa. 


Mula-mula Irfan melakukan sesi wawancara kecil kepada Adi tentang jumlah adik kandung yang dimilikinya, setelah itu ia mencoba senggol soal jumlah Juz Alquran yang telah dihafal oleh Adi. Anak penghafal Al-Quran yang tampil 'centil' itu mengatakan bahwa dirinya menghafal 9 Juz. Namun saat dikonfirmasi, Ibu kandung Adi yang tengah duduk di kursi penonton menklarifikasi bahwa Adi hafal 2 Juz, sedangkan 9 Juz tersebut adalah cita-cita Adi.

Suasana ruangan siaran pun mendadak berubah setelah Irfan Hakim mencoba bertanya kepada Musa. Kontestan asal Bangka yang baru berusia 5,5 tahun itu mengaku telah menghafal Al-Quran hingga 29 Juz. Lagi-lagi upaya konfirmasi Irfan berlanjut yang dibenarkan oleh ayah kandung Musa yang juga berada di kursi penonton.

Tercengang dengan pengakuan Musa, Irfan Hakim pun meminta kepada dewan juri untuk melakukan tes hafalan kepad Musa. Tester pertama dilakukan oleh Syeikh Ali Jaber sebagai dewan juri. 

Saat menguji Musa, Ulama asal Arab Saudi itu membacakan Surat Al-Baqarah. Bacaan Syeikh Ali pun dilanjutkan dengan lancar oleh Musa. Tak puas dengan test pertama, Irfan pun mempersilahkan kepada juri lainnya yakni Ustadz Amir Faishol Fath untuk ikut menguji hafalan Musa. Ustadz Amir pun membacakan sebuah ayat dari surat Ar-Rahman dan lagi-lagi surat tersebut dilanjutkan dengan mudah oleh Musa.

Ternyata Irfan pun tak puas dengan uji coba hanya dua kali. Beberapa penonton pun diminta untuk ikut membuktikan kehebatan hafalan Al-Quran Musa. Dua penonton yang mengajukan surat Al-Baqarah dan Surat Muhammad, bacaan dua surat tersebut pun mampu dilanjutkan dengan fasih oleh Musa.

Setelah membuktikan kehebatan hafalan Musa, beberapa penonton dan juga dewan juri pun tak sanggup menahan air mata melihat fenomena yang ada di hadapan mata mereka. Betapa hebatnya Musa yang sanggup menghafal Al-Quran hingga 29 Juz dalam usianya yang ke 5,5 tahun.

Haru melihat Musa, Ustadz Amir Fasihol pun hingga menangis dan mendatangi Musa di depan panggung sambil mencium tangan Musa. Insiden yang sangat jarang terjadi dalam ajang kontes Hafidz Indonesia itu. 

Tak ketinggalan pula, Ustadz Amir juga menyempatkan diri memberikan tausiyah kepada para pemirsa. Dalam tausiyahnya itu, Ustadz Amir mengumpamakan Musa dengan sebuah uang kertas senilai Rp. 100.000. Dengan uang kertas tersebut, Ustadz Amir menganalogikan sebuah bentuk dan nilai. Uang kertas itu tidak ada apa-apanya, tidak berarti bahkan saat diinjak sekalipun, namun kertas tersebut tetap akan berharga karena nilai yang terkandung pada uang tersebut.

Dalam sesi terakhir pada sekmen tersebut, Syeikh Ali Jaber pun mambacakan sebuah surat Al-Qamar dengan arti "Kami telah memudahkan Al-Quran untuk dipelajari".


Jadwalnya Musa si "Hafizh kecil" (5,5 tahun) sehari-hari?


Berikut jadwal Musa menghafal dan muraja'ah hafalan Al-Qur'an:Musa sekarang (beda ketika awal-awal) jam 02. 30 pagi sudah bangun kemudian wudhu dan langsung murojaah depan saya sampai jam 04.00 pagi.
Kemudian menambah hafalan barunya dan mnstorkannya sampai adzan Shubuh berkumandang. Kemudian berhenti untuk shalat. Selesai shalat langsung tambah hafalan dan berhenti sampai jam 07.30 pagi kemudian istirahat (untuk sarapan, minum, dan main) sampai jam 08.30.

Kemudian murojaah sampai jam 10.00 atau 10.30 (dilihat maju mundurnya waktu shalat). Jam 10.00 atau 10.30 wajib tidur sampai adzan zhuhur berkumandang kemudian ke masjid.

Setelah shalat, tambah hafalan baru dan berhenti sampai jam 13.30 siang kemudian istirahat dan makan siang sampai jam 14.00 siang.
Kemudian murojaah sampai 'Ashr. Setelah 'Ashr, tambah hafalan baru dan murojaah sampai jam 17.00 sore. Kemudian main sebentar dan umumnya menyiapkan untuk pergi ke mesjid shalat Magrib.

Setelah magrib murojaah sampai Isya dan makan malemnya setelah shalat Isya. Terkadang murojaah sampai mendekati waktu Isya dan langsung makan sore. Setelah shalat Isya harus tidur.
Tiap 4 atau 5 hari ada liburnya. Di hari libur tersebut, Musa full bermain.

dari Abu Musa dengan sedikit perbaikan kalimat...

semoga bisa menginspirasi para bapak ibu untuk mendidik anak2nya menjadi hafizhul qur'an...





Jumat, 13 Juni 2014

A Special Gift For You Dad

Alhamdulillah hari ini adalah hari yang bahagia buatku. 13 Juni 2014 merupakan hari kelahiran seorang yang sangat berarti. Ia yang selalu mendukung setiap kegiatan yang kulakukan. Ia yang telah kerja banting tulang hingga aku tumbuh sebesar ini. Aku tak tau berapa tetes keringat yang ia keluarkan hanya untuk membahagiakan kami sekeluarga.

Mungkin ia seorang yang terlihat acuh dibandingkan dengan seorang ibu. Mungkin ibu lebih sering menanyakan kabarku dan selalu khawatir akan anaknya yang jauh dari pelukannya, tapi sebenarnya selalu ada ia yang mengingatkan ibu untuk menanyakan kabar buah hatinya.

Aku teringat ketika seorang ibu begitu perhatian melihat anaknya yang begitu lelah sehingga membantunya untuk tidur, tapi harus kita tau pula sepulang ia kerja, ia selalu menanyakan kabar dan apa yang telah dilakukan anaknya seharian ini dibalik kelelahannya.

Sungguh kasih sayangnya mungkin tak kalah dibandingkan dengan seorang ibu, ia mungkin lebih memilih tidak menunjukan kasih sayangnya. Mungkin begitulah pemikiran seorang laki-laki yang begitu malu untuk menunjukkan semuanya.

Pa, sungguh aku sangat mencintaimu dan aku pun mungkin sama sepertimu, sulit untuk mengungkapkan rasa sayang ini ataupun menunjukkan perhatianku padamu. Tahukah papa kalau disinipun kadang aku meneteskan air mata melihat dirimu yang tetap bekerja keras walau rambut putih telah memenuhi kepalamu. Aku tahu kalau kau tetap ingin memberikanku sesuatu yang kusuka walau aku telah melarangnya bahkan hutang yang kau miliki tak menghentikanmu untuk mewujudkan apa yang kuinginkan.

Aku pun begitu sedih ketika mengetahui banyaknya masalahmu walau kau tak pernah menunjukkannya padaku. Sungguh aku benar-benar tidak tau bagaimana menunjukkan kasih sayangku padamu. Aku pun sedih ketika kau merasakan kesedihan itu. Ketika kau sedang dalam keadaan sakit aku juga merasa khawatir padamu walau aku tak menunjukkannya.

Selama ini kau hanya pernah marah satu kali di depanku hanya karena aku menginginkan buah manggis tapi kau tak mengizinkannya. Aku masih ingat hari itu hingga sekarang walau saat itu aku masih kelas 4 SD. Sungguh aku menyesal ketika aku malah merajuk hingga tak mau berbicara denganmu selama beberapa hari. Padahal itu adalah bentuk perhatianmu. Mungkin karena itu pula kau tak pernah marah lagi kepadaku langsung, jika pun kau tak menyukai apa yang kulakukan pasti kau menyampaikannya kepada mama. I’m sorry for that pa..

Hari ini adalah hari ulang tahunmu, sungguh aku ingin kau tetap punya semangat dalam menghadapi setiap masalah yang kau alami, aku ingin kau bisa melihatku sukses dan bisa memenuhi keinginan-keinginanmu tanpa membuatmu kesusahan. Aku tak tau apa yang bisa kuberikan dalam hari ulang tahunmu kali ini. Aku ingin memberikan sesuatu yang berbeda di hari ulang tahunmu ini.

Mungkin aku bukanlah seorang hafidz Qur’an yang akan memberikan mahkota emas kepadamu nantinya di surga, satu bulan yang lalu aku berniat untuk menghafal Surat Ar-Rahman sebagai hadiahku untukmu. Alhamdulillah hari ini aku berhasil menyelesaikan hafalanku. Hadiah ini bukanlah sesuatu yang kubeli dengan banyak uang, hadiah ini bukanlah sesuatu yang bisa kau pakai atau kau gunakan dalam keseharianmu, hadiah ini adalah bentuk doaku padamu. Aku berharap dengan surat Ar-Rahman yang kuhafal, hatimu bisa terketuk untuk mencintai Islam, aku selalu berdoa untuk itu walau aku tak tau kapan waktu itu akan datang. Terimakasih buat Aldi yang telah memotivasiku dan menemaniku menghafal surat ini, Alhamdulillah kita berhasil kawan. Ya Allah ya Rahman ya Rohim semoga hadiah ini sampai kepadanya walau dia tak tau hadiah yang kuberikan dan semoga Kau mengabulkan doa-doaku ini. Aamiin ya Rab..

Kamis, 29 Mei 2014

Merekalah Obor Semangatku Disini

Alhamdulillah sudah hampir 2 bulan terlewati petualangan di kebun ini. Beginilah kehidupan kebun jika aku ditanya, sulit dari sinyal, jauh dari keramaian, dan jauh dari kota bahkan jalan raya.

Jadi apa tidak bosan jul? Emm pasti ada masanya bosan sih sebenarnya hehehe. Betah jul? Ya dibetah-betahin lah walaupun gak betah hehehe. Tapi Alhamdulillah selain bedanya dunia yang kuhadapi sekarang, aku punya penyemangat disini, merekalah yang bisa membuatku melepaskan kepenatan di kebun, tempatku bercerita dan tertawa. Ya mereka adalah anak-anak yang kutemui di mesjid yang ada disini.

Mungkin mereka sudah ditakdirkan bertemu denganku kali ya hehehe. Suatu hal yang tidak terduga ketika aku menyelesaikan tilawahku di ODOJ waktu itu, mereka mendatangiku merasa ada orang baru dan aneh. Mencoba berkenalan denganku, bercerita, hingga lama kelamaan mereka memintaku untuk mengajari mereka mengaji di saat Pak Ustadz berhalangan hadir waktu itu.  Jujur sebenarnya aku masih belum merasa pantas untuk berbagi ilmu mengenai ayat-ayatNya, tapi disini pula aku belajar memantaskan diri untuk bisa berdakwah dengan membaca dan mengajarkan ayat-ayatMu ya Allah.

Ketika kuliah aku sempat berfikir untuk menjadi seorang guru sambil menambah pemasukanku untuk makan sehari-hari, namun hal tersebut tidak tercapai karena banyak hal. Aku benar-benar ingin menjadi seorang guru kala itu untuk bisa berbagi ilmu dan juga menambah ilmu sendiri. Karena cara paling mudah untuk menambah ilmu adalah berbagi ilmu. Namun, kegagalanku kala itu dibalas oleh Allah disini, bukan sebagai seorang guru yang mengajarkan muridnya untuk bisa lulus ujian, UN atau SNMPTN, tapi Allah memberikan kesempatan kepadaku untuk mengajarkan sesuatu yang lebih disukai olehNya, Alhamdulillah, semoga kesempatan ini bisa dimaksimalkan sebaiknya bukan semata untuk uang di dunia, tapi pahala di akhirat. J

Aku sangat bersyukur telah masuk ke jalan dakwah ini, mungkin aku bukanlah orang yang mendapatkan sekolah khusus ataupun belajar intensif dalam mengaji seperti anak yang lain. Bahkan ketika SMA pun bacaanku masih belepotan. Buta huruf Qur’an di masa laluku takkan kubiarkan terjadi untuk mereka. Mereka punya kesempatan dan aku akan beri mereka semuanya agar bisa memanfaatkan kesempatan itu.

Belajar bersama mereka, bercerita, mengajarkan sesuatu yang membuat mereka tertarik akan Islam, Alhamdulillah mereka pun mulai menerimaku dan aku benar-benar merasa diterima disini.

Jika ditanya seneng tidak disana? Sungguh aku merasa senang karena mereka. Aku selalu menanti sholat magrib untuk bisa bertemu mereka, malah aku merasa sedih ketika datang malam Jumat, karena malam itu dipastikan aku tidak bertemu dengan mereka karena mereka libur mengaji di malam Jumat hehehe. Pokoknya waktu yang selalu kunanti selain jam main bola, adalah mengaji dengan mereka. Benar-benar aku senang bisa menjadi guru ngaji untuk mereka, sekalian persiapan untuk ngajar ngaji kalo udah punya, *eh hehehehe. Maklum terlalu terobsesi. Tapi sebenarnya guru ngaji terbaik bagi seorang anak adalah ayahnya sendiri loh, jadi untuk calon ayah harus belajar ngaji tanpa kenal umur supaya bisa ngajar anaknya nanti.

Suatu hal yang sangat membuatku sayang dengan mereka adalah semangat belajar mereka. Ada yang ingin jadi dokter, seorang santri, pilot, guru bahkan ada yang berkata padaku bahwa cita-citanya adalah seorang hafidz Qur’an subhanallah. Seketika aku merinding ketika mendengar pernyataannya. Seorang anak sudah berfikir untuk menjadi seorang hafidz yang lebih mulia di mata Allah dibandingkan profesi lain. Semoga impian mereka semua bisa tercapai dan bisa tetap menyeru akan kebaikan dengan agamaMu ini ya Allah.

Alda, Darwin yang paling kecil dan paling akrab samaku dan paling kusayang, Esti dan Diah yang kemana-kemana selalu bareng semoga tercapai keinginnya untuk masuk pesantren dan jadi guru ya, Desi yang paling pendiam, Susi dan Manda yang paling cerewet, awas kalo tinggal kelas lagi ya dek, Remo yang paling mahir masalah jenis-jenis awan, semoga tercapai keinginannya  jadi pilot ya, Tasya, Afta, Yoga, dan yang lainnya semoga kita bisa bertemu nantinya, dan tidak lupa Wahyu, semoga tercapai keinginannya menjadi seorang Hafidz Qur’an yang akan menyematkan mahkota kepada orang tuanya kelak di surga. Aamiin.


Mungkin nantinya kalian akan jadi orang-orang yang tidak akan kulupakan ketika aku kembali ke Bogor, semoga begitu juga dengan kalian. Terimakasih atas waktu dan pelajaran hidup luar biasa yang kalian berikan.



Seorang Asisten


Seorang asisten adalah seorang satpam di kebunnya.
Seorang asisten adalah kepala desa bagi karyawannya.
Seorang asisten adalah teladan bagi karyawannya.
Seorang asisten adalah tempat curahan hati lingkungan sekitarnya.
Seorang asisten adalah penengah dalam setiap masalah yang terjadi.

Seorang asisten seperti seorang satpam yang harus siap siaga menanggapi kejadian yang terjadi di kebunnya, baik pagi, siang, malam, ataupun saat kita terlelap tidur. Kita harus mampu hadir dalam setiap kejadian yang terjadi. Kemalingan, kebakaran, seorang ibu yang ingin melahirkan di kebun, atau seorang yang mengalami kecelakaan di malam hari, kita harus bangun dan langsung menyiapkan ambulance untuknnya jika tidak mungkin nyawa atau harapan orang akan berakhir karena ketidak sigapan kita.

Seorang asisten adalah kepala desa bagi karyawannya yang mampu mewujudkan keinginan dan harapan dari warganya. Kita harus pula memberikan mereka kenyamanan tempat tinggal. Fasilitas kebun harus kita berikan semaksimal mungkin. Sarana olahraga, klinik, air, listrik, dan lain-lain adalah tanggung jawab seorang asisten. Secara tidak langsung kita adalah pelayan pula bagi mereka.

Seorang asisten adalah teladan bagi karyawannya yang sikapnya menjadi contoh dan panutan bagi yang lainnya. Bagaimana seorang bawahan bisa teratur jika atasannya saja tidak bisa diatur, bagaimana seorang bawahan bisa bersikap sopan jika atassannya saja tak mampu bersikap sopan di depan bawahannya. Setiap tindakan kita akan menjadi penilaian bagi mereka, sekecil apapun tindakan kita itu.

Seorang asisten adalah tempat curahan hati lingkungan sekitarnya, segala keluhan yang dirasakan oleh karyawan akan disampaikan ke kita. Kita harus menjadi seorang yang bisa menerima segala keluhan mereka, bahkan bukan hanya sebagai pendengar tapi juga sebagai seorang yang bisa mengatasi keluhan yang mereka rasakan.

Seorang asisten adalah penengah dalam setiap masalah yang terjadi baik masalah sosial, ego, lingkungan, dan lain-lain. Kita harus menjadi seorang yang menengahi masalah-masalah yang terjadi dalam lingkungan kebun.

24 jam adalah jam kerjaan seorang asisten, kita adalah pemilik kebun, pengolah kebun, dan pelayan kebun. Asisten akan memegang tanaman kelapa sawit sekitar 700-800 hektar. Itu bukanlah hanya sepetak lahan yang kecil. Ingat, setiap kejadian adalah tanggung jawab seorang asisten, kecelakaan kendaraan, kebakaran, demo, pendidikan anak, kebebasan beragama, sarana olahraga, pangan karyawan, musibah, sarana transportasi, air, pemukiman, kebersihan, listrik, bahkan seorang ibu yang melahirkan itu menjadi tanggung jawab kita tapi bukan bertanggung jawab untuk menikahinya ya hehehehe, tapi segala fasilitas bayinya, proses kelahirannya akan menjadi tanggung jawab kita pula.

Berat? Emmm sebenarnya tinggal bagaimana kita menanggapi dan menjalaninya. Ikhlas adalah kuncinya. Kita digaji juga bukan untuk hanya kerja santai kan? Sebenarnya apapun pekerjaannya jika memang kita menikmatinya kerjaan apapun tidak menjadi masalah. Setiap pekerjaan pasti punya resiko, tapi dibalik itu juga punya kelebihannya kan. Yang terpenting sahabat-sahabatku PKS’49 siapkan dan mantapkan dirimu semaksimal mungkin sebelum penempatan kita nanti di November 2014. Semoga kita menjadi asisten yang diharapkan semua orang dan bisa berkerja dengan baik dimanapun kita ditempatkan. Semangat.!!!